Jumat, 11 November 2011

Masih tentang SURGA

Terbuat dari apakah surga itu? Apakah selalu pagi di sana? Tak ada siang, tak ada sore, tak ada malam? Bayanganku, yah di sana pagi selamanya. Keluarga tetap lengkap di rumah, duduk santai sambil menikmati teh dan penganan kecil, menghirup hari yang selalu bayi, tanpa perlu khawatir harus ke sekolah atau ke kantor. Apakah akan bosan jika terus-menerus melakukan hal yang sama? Sepertinya, rasa bosan telah dicabut Tuhan digantikan oleh persediaan rasa bahagia yang selalu full.

Semua hanya penggambaran saja, yang katanya, jika kita menghayalkan keindahannya maka yang sebenarnya justru jauh berkali-kali lipat melampaui khayalan kita sebagai manusia biasa. Konon, semua yang kita minta ada di sana. Tidak, saya tak sedang berminat membuat daftar permintaan di surga, saya hanya senang memikirkannya, menyambungkannya dengan kisah-kisah yang sudah saya dengar sebelumnya.

Manusia paling matahari di dunia pernah bertitah bahwa surga itu hidup di bawah telapak kaki ibumu. Bahkan beliau memerintahkan menuruti sosok ibu tiga kali lebih dahulu kemudian ayah. Di budaya India, seorang yang lebih muda jika memasuki sebuah rumah harus menyentuh kaki orang yang lebih tua di rumah tersebut. Inilah adegan paling saya suka jika kebetulan menonton Film India. Yah yang jelas tak sampai bersujudlah, sujud itu hanya hak Tuhan.

Ohhow, apakah Tuhan punya niat terselubung dengan menanam begitu banyak perempuan di dunia? Meski semuanya belum tentu akan jadi ibu. Jadi, surga itu terbangun dari sekian banyak kaki ibu? Tapi bukankah surga itu lebih tua dibandingkan saat pertama manusia itu sendiri diciptakan? Oh, yang terjadi mungkin surga telah terbagi-bagi ke kaki-kaki semua wanita yang akan ditakdirkan menjadi ibu kelak(?)

Huff, surat kali ini lagi-lagi tentang Ibu, semoga tidak bosan karena saya tidak tahu banyak sekali stok tentang ibu di otakku yang berdesakan minta tumpah. Untuk kali ini itu saja surat saya.


*skripsi, oh kenapa kau tak pernah cantik di mataku?

10 balassurat:

Skydrugz mengatakan...

Ibu....
:D


semoga berhasil me-making over skripsinya jadi lebih cantik.

jgn cuma muka yg di make up :D
skripsi juga

Inayah Mangkulla mengatakan...

jangan khawatir, saya disuruh buru-buru ke sesuatu tempat tanpa make-up pun akan sangat saya syukuri. saya justru benci make-up, haha. ingat kata temen : 'dunia tak akan menunggumu bermake-up'

jadiii, ayooolah make-up! eh salah, wake-up! saya tak rajin berdandan... hehe

fai mengatakan...

ahhhhh postingan yang kece.

Aliya Sachi mengatakan...

bersyukurlah saya diberi kesempatan menjadi ibu

Inayah Mangkulla mengatakan...

@Fai : percayalah, orangnya tak kece sama sekali, hehe

@Aliya : telah tertanam surga di kaki Aliya kalau begitu! selamat =)

Cerita Tentang Dunia mengatakan...

kalau mau mengetahui keadaan surga di Al-quran dsitu ada beberapa penjelasannya, kalau ga mau repot ya tinggal search aja pake gugel, pasti banyak artikel seperti itu.

Belajar Photoshop mengatakan...

surga neraka hanyalah illusi

rusydi hikmawan mengatakan...

ini keren. surga sesuatu yg tak tersentuh oleh tangan, tapi bisa disentuh oleh hati. buruan selesein skripsi biar cepet nikah... #loh kok menggurui, he

mevi mengatakan...

tentang surga dan ibu ini, semakin dipikirkan akan semakin membuat kepala sakit, atau hati perih?
jawabannya tak akan pernah diketahui kecuali pada saat penentuan nanti. masalahnya.. apa masih sempat revisi saat sudah memasuki penentuan itu? wekekekeke.. *ngaco*

Inayah Mangkulla mengatakan...

all : haha, nyerempet-nyerempet gitu yah, sampe bikin saya tersinggung, hehe. betewe, saya hanya kepikiran, Nabi kok bisa-bisanya bilang "surga di bawah telapak kaki ibu", dan kata Nabi pasti ada petunjuk tersendiri dari Allah. Surga bukan dari tangan, bukan dari (maaf) vagina pintu kita keluar dari badannya, bukan pula perutnya tempat kita berasal. tapi KAKI, kakiii??? artinya IBU itu lebih surga daripada surga itu sendiri, sampe2 surga itu letaknya di bawah telapak kakinya, hehe