![]() |
| Muhammad Harir |
selembar kertas yang mati, akan dibuat semakin mati atau akan hidup, itu tergantung tanganmu, teringat seorang teman bernama Muhammad Harir, yang saya kenal lewat facebook. saya meng-addnya duluan karena sungguh, saya melihat mimpi masa kecil saya hidup pada bakatnya, seperti saat pertama kali mengenal Bang Arham Kendari hasil keranjingan ngenet waktu masih awal-awal tertanam di makassar. beruntunglah, dia orangnya lumayan berwawasan luas (yang selanjutnya tahu dia pernah jadi penyiar radio di Sengkang), dia gila musik, suka buku, doyan filsafat, dan jadilah para status kami selalu disisipi komen olehnya. yah, dia (dan beberapa orang) berhasil mengumpulkan kembali saya dengan impian masa kecil : ingin jadi pelukis, kartunis, komikus, apapun namanya itu. dan tangan ini telah kaku untuk menarikan sebuah coretan bermakna di atas kertas. bisa dibilang saya hilang kegilaan karena untuk membuat mimpi menembus kenyataan butuh kegilaan. dan suatu kebanggan bisa menjadi obyek dari sketsa yang dibuat teman saya yang satu ini.
Sketsanya yang lain bisa dinikmati di gallery DTnya.



8 balassurat:
saya boleh ikutan gak di sketsa.. :))
@Icha : coba minta ma orangnya! hehe
hahaha.. boleh gak.. ntar di tolak.. :D malu.. :D
dia tak akan nolak berteman, soal sketsa saya kurang tahu apakah diterima atau tidak, tapi cobalah untuk pedekate.. hehe
untung dia ndak kenal saya :D
jd tdk perlu disketsa...
ndak pentingnya ini komentar
orang misterius, buat apa di sketsa, palingan passketsanya polisi yang harus menggambar mukanya untuk keperluan pencarian teroris... pissss! =)
heiii... berarti bukan cuma saya yg punya sesi lebay tooww... ternyata singkammaji. sma2 kesenangan jd model sketsa. wkwkkwkwkk..
bedanya sadarq punya refleks yg bgus sedang dirimu nunggu sekian bulan. hiiihihii.. #kaboooorrr
weeek, saya, cekgu ma siput tidak maksaji orang nah, dia sendiri yang mau jadikan kami obyek sketsanya.. sori naaaaah! =P
Poskan Komentar